About chandra suhardiman

Binus online learning

Apa pengaruh perbedaan personality (types & trait)

Tugas Kelompok ke-1

 

 

Apa pengaruh perbedaan personality (types & trait) dalam kehidupan seseorang (khususnya dalam pergaulan dan karir), dan bagaimana mengelola kekhususan personality itu?

 

Pendahuluan

Trait

Salah satu pakar psikologi bernama Gordon Allport mengemukakan teori trait, yang menganggap kepribadian kita yang khas merupakan kumpulan dari sejumlah trait. Trait adalah perilaku yang cenderung menetap atau konsisten untuk jangka waktu yang lama. Teori Allport ini lalu dikembangkan para psikolog lainnya.

 

Menurut Larsen & Buss (2002) kepribadian merupakan sekumpulan trait psikologis dan mekanisme didalam individu yang diorganisasikan, relatif bertahan yang mempengaruhi interaksi dan adaptasi individu didalam lingkungan (meliputi lingkungan intrafisik, fisik dan lingkungan sosial). Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepribadian menurut peneliti adalah sebuah karakteristik di dalam diri individu yang relatif menetap, bertahan, yang mempengaruhi penyesuaian diri individu terhadap lingkungan.

Types

 

Teori tentang types ini mula-mula dikembangkan oleh psikolog C.G. Jung,

lalu dibuat alat ukur yang cukup mudah dan sering dipakai untuk menggambarkan

perilaku-perilaku seseorang dalam dunia kerja. Konsep kepribadian types ini

dikembangkan oleh Myers-Briggs dan tes yang mereka buat dikenal dengan nama

MBTI.

Matematika Bisnis Aljabar

Tugas Personal ke-1

  1. Selesaikan persamaan berikut :
    1. 7 + (4x/9) = x/2

Jawaban :

7+ 22. x/32 = x/2

 (22. x) + (32) 7/3= x/2

(4x) + 9.7/32 = x/2

(4x) + 63/32 = x/2

2(4x+63) = 9x

2.4x + 2.63 = 9x

8x + 126 = 9x

(8x + 126 ) + (-8x) = 9x +( -8x )

8x + 126 – 8x = x

8x -8x+126 = x

126 = x

x= 126

  1. (2x)1/2 + 3 = 8

Jawaban :

21/2 .x1/2 + 3 = 8

(21/2 .x1/2 + 3) + (-3) = 8 (-3)

(21/2).(x1/2) = 52

 

22/2 .x2/2   = 25

2x=25

x = 25/2

x = 12,5

 

  1. Sederhanakan persamaan berikut :

(8x-4y+2) + (3x+2y-5)

Jawaban :

8x-4y+2+3x+2y-5

8x+3x-4y+2y+2-5

11x-2y-3

Regards,

Chandra NIM 1601285866

Bahan Diskusi Minggu I “Self Awareness”

Author
Simon Mangatur Tampubolon, S.Th., S.Pdk., MA Lecturer
Posted – 1 26 November 2012 07:54:18 AM
Salam jumpa dalam perkuliahan minggu pertama ini. Topik kita kali adalah “Self Awareness”, sebagai bahan diskusi awal silahkan menjawab dan menanggapi pertanyaan berikut:
1. Menurut anda bagaimana manusia dapat mencapai kesadaran dirinya “Self Awareness” ?
2. Jelaskanlah apa dampak kesadaran diri “self awareness” terhadap dimensi rohani, sosial, intelektual dan emosi seorang individu?Demikian pertanyaan diskusi awal ini, diskusi dan pertanyaan dapat berkembang seiring dinamika yang ada. Aktiflah untuk menjawab dan juga menanggapi jawaban dari teman atau dari saya.
Thanks!

Kalau Menurut Saya mengenai hal-hal diatas:

1. Mengenai “Self Awareness” sepertinya jawaban dari kawan-kawan diatas sudah sangat baik jadi saya coba ambil dari sudut pandang berbeda di kehidupan nyata sebagai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang kita ketahui banyak diantara kita memiliki pilihan hidup yang tersedia seperti profesi, lingkungan serta gaya hidup yang tidak sesuai dengan cita-cita kita waktu dahulu di karenakan berbagai faktor-faktor yang menghalangi kita untuk mencapainya sehingga pada akhirnya kita hidup terperangkap dalam tekanan di dunia yang seluruh peraturan dan sistemnya di rancang oleh orang lain ( biasanya oleh orang yang berkuasa adalah para pejabat). Dampak tersebut sangat dirasakan terutama bagi orang-orang di perkotaan yang penuh persaingan dimana pikiran dan tenaga kita diperas oleh perusahaan untuk mencapai target kepentingan dan keuntungan besar untuk mereka, sehingga kita sendiri tidak memiliki waktu atau kesempatan untuk melakukan hal-hal sesuai dengan yang kita inginkan agar mencapai kebahagiaan, serta lingkungan yang kurang menunjang kesehatan contohnya polusi udara, makanan berbahan kimia, dll.

Jadi pada intinya dari pernyataan saya diatas adalah agar mencapai “Self Awareness” yang bermuatan Emosi bersifat positif kita harus memiliki sistem yang baik dan flexibel untuk diri sendiri dalam melaksanakan “Self Awareness” contohnya seperti membuat jadwal kapan, dimana dan bagaimana kita harus menenangkan diri sejenak dari pekerjaan untuk menstabilkan kondisi jiwa dan raga kita agar kita tidak hidup dalam tingkat stress dan tekanan batin yang tinggi, sehingga kesadaran diri kita dapat terus terkendali sesuai dengan yang kita harapkan dan juga berdampak positif orang lain, contohnya ketika weekend liburan dengan keluarga atau kawan. meditasi dirumah setiap pagi, atau hanya beristirahat.

2.

*Salah satu dampak dari Kesadaran diri “Self Awareness” bagi kehidupan rohani adalah biasanya orang-orang yang memiliki kesadaran diri yang baik akan menikmati dan menjalani hidupnya dengan tenang, damai dan bahagia karena selalu percaya dan mensyukuri akan kehidupan dan cobaan yang telah diberikan Tuhan memiliki tujuan yang mulia dan harus dilakukan dengan cara yang tulus dari lubuk hati.

*Dampak “Self Awareness” bagi kehidupan sosial adalah biasanya dengan kesadaran diri yang baik maka kita juga akan lebih menghargai orang lain dan lingkungan sekitar kita, contoh seperti membuang sampah sembarangan, bila kita memiliki kesadaran diri maka kita akan membuangnya di tempat sampah karena kita sangat sadar akan dampak negatifnya bagi orang lain serta lingkungan bila kita membuang sampah sembarang.

*Dampak “Self Awareness” bagi Intelektual ( kecerdasan ) seseorang, tentunya bila kita memiliki kesadaran diri yang baik maka kita akan lebih memiliki motivasi dan tujuan untuk mempelajari hal-hal yang baru dan berusaha mengingatnya dengan cara dengan baik. contohnya seseorang yang kesadaran diri akan mencari informasi baru yang berguna bagi kehidupan kita dari berbagai media yang sumber beritanya dapat di buktikan, misalnya bahaya rokok bagi kesehatan.

* Dampak “Self Awareness” bagi Emosi seseorang adalah dengan adanya kesadaran diri maka pola pemikirannya akan lebih tenang, dinamis dan pengertian dengan lebih mengandalkan logika dan fakta dari hasil analisa yang telah didapat sebelum membuat kesimpulan atau melakukan sesuatu, serta selalu siap untuk mencari jalan keluar yang tepat pada waktunya bila terjadi masalah, contohnya : bila terjadi gempa bumi dan kita terjebak berada di dalam gedung maka hal yang diharapkan dengan kesadaran diri kita dapat mencari tempat yang aman seperti bersembunyi dibawah meja yang kuat dan bila gempa sudah reda dengan tenang kita mencari jalan keluar menuju tanah lapang agar tidak tertimpa material bangunan.

Demikian pendapat saya mohon di koreksi bila ada yang salah atau kurang, terimakasih.

regards,

Chandra NIM 1601285866

http://www.youtube.com/user/TheBeatmind/videos

Self Awareness: Langkah awal menuju adaptasi emosi

Emosi merupakan suatu reaksi mental dan psikologis yang muncul secara spontan ketika seseorang berhadapan dengan suatu kondisi. Misalnya, ketika seseorang menjalani hari pertamanya bekerja dikantor, maka wajar jika ia merasa senang karena mendapat pekerjaan, sekaligus merasa takut melakukan kesalahan, terdapat empat jenis emosi dasar yaitu:

  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Takut

Keempat emosi ini kemudian berkembang menjadi berbagai emosi seperti cemas, malu, jijik, dan sebagainya. Emosi sendiri sebenarnya tidak memiliki muatan “benar” atau ”salah” karena ini merupakan reaksi manusiawi dalam menghadapi sesuatu. Perilaku yang mengikuti emosilah yang bisa dinilai “benar” atau “ salah”. Dalam  kasus diatas, jika ia tidak mampu mengatasi emosi takut yang ia rasakan dan kemudian mengetik dengan terlalu hati-hati sehingga memakan waktu yang sangat lama untuk membuat satu surat saja, maka perilaku inilah yang dapat dinilai “salah”.

Perlu diperhatikan bahwa tidak hanya emosi negatif seperti takut, marah, atau sedih saja yang bisa membuat kita menunjukkan perilaku yang “salah”. Emosi positif seperti bahagia juga bisa merugikan jika kita tidak paham bagaimana cara mengaturnya menjadi perilaku yang sesuai. 2Salah satu contoh adalah kasus siswa-siswa yang lulus ujian akhir nasional. Mereka menunjukkan luapan kegembiraannya dengan melakukan konvoi di jalan, membuat coret-coretan di dinding, atau bernyanyi-nyanyi dengan suara keras yang mengganggu orang lain. Tentunya kegembiraan mereka tidak salah karena mungkin mereka memang telah berusaha maksimal untuk lulus, namun cara mereka menunjukkan kegembiraan itulah yang tidak wajar dan dinilai salah menurut umum.

Wah, kalau emosi positif saja bisa merugikan, berarti kita benar-benar harus pandai mengendalikan perilaku yang menyertai emosi tertentu. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan perilaku emosional kita? Langkah pertama adalah memiliki self-awareness.

Self Awareness

Untuk dapat mengendalikan perilaku emosional, kita perlu mengenali dulu emosi apa yang kita rasakan pada suatu waktu. Self Awareness (kesadaran diri) adalah perhatian yang berlangsung ketika seseorang mencoba memahami keadaan internal dirinya. Prosesnya berupa semacam refleksi dimana seseorang secara sadar memikirkan hal-hal yang ia alami berikut emosi-emosi mengenai pengalaman tersebut. Dengan kata lain, Self Awareness adalah keadaan ketika kita membuat diri sendiri sadar tentang emosi yang sedang kita alami dan juga pikiran-pikiran kita mengenai emosi tersebut.
Seorang pakar psikologi yang banyak menekuni permasalahan emosi, John D. Mayer, mengatakan bahwa umumnya ada 3 gaya yang tampil ketika seseorang menghadapi emosinya, yaitu:

  1. Terbebani (Engulfed)
    3Tipe ini tenggelam dalam emosi-emosinya dan tidak mampu keluar dari situasi ini. Mereka tidak memahami emosinya sendiri sehingga bisa mudah larut terbawa emosi. Akibatnya, mereka tidak banyak berusaha untuk keluar dari kondisi emosi tertentu dan akhirnya tidak mampu mengontrol perilaku emosionalnya. Contohnya adalah kasus putus cinta yang jadi pembuka artikel ini, atau kasus orang yang memaki-maki pengendara lain karena lalu lintas yang macet. Mereka tidak meluangkan waktu lebih banyak untuk menyadari emosi sedih atau marah yang sedang mereka rasakan. Begitu merasakan emosi tertentu, tanpa pikir panjang mereka langsung bereaksi sesuai dorongan emosi tersebut.
  2. Menerima (Accepting)
    4Orang-orang ini sebenarnya menyadari emosi apa yang mereka rasakan namun cenderung menerima begitu saja emosi yang sedang terjadi dan tidak mencoba memahami emosi tersebut lebih jauh. Pada akhirnya mereka tidak berusaha untuk beradaptasi dengan emosi yang muncul. Hal ini bisa menjadi masalah ketika emosi yang dialami adalah sedih, lalu dibiarkan berkepanjangan sehingga bisa menimbulkan perasaan tertekan (depresi). Hal lain terjadi ketika emosi yang dirasakan adalah marah atau takut. Mungkin saja dalam jangka panjang, emosi marah yang dibiarkan ini bisa berubah jadi perasaan dendam, sedangkan emosi takut bisa menjadi paranoid (rasa takut berlebihan yang tidak jelas alasannya).
  3. Sadar diri (Self-aware)
    5Orang-orang dengan gaya ini menyadari dan memahami emosi yang terjadi pada dirinya. Mereka mengetahui batas-batas norma yang perlu dijaga dan berpikir untuk mengelola emosi yang dirasakan agar perilakunya masih berada dalam ambang batas tersebut. Pada waktu merasakan emosi positif, orang-orang yang sadar diri mampu menunjukkan kegembiraannya dengan sesuai dan bisa mempertahankan perasaan menyenangkan dari emosi itu untuk beberapa lama. Di lain pihak, ketika mengalami emosi negatif, mereka tidak terlalu terobsesi dengan hal yang memicu emosi tersebut dan bisa segera keluar dari perasaan tidak nyaman. Contohnya ketika orang yang sadar diri mengalami putus cinta. Kemungkinan besar ia akan memahami bahwa emosi sedihnya itu wajar ia rasakan, namun tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan. Ia akan mencari kegiatan lain yang lebih produktif untuk mengatasi perasaan sedih yang mendalam tersebut.

6Dari uraian di atas jelaslah bahwa ketika sadar diri kita jadi lebih mudah mengontrol emosi yang dirasakan sehingga bisa lebih efektif mengendalikan perilaku emosional kita. Kita bisa lebih memahami emosi kita berikut alasan-alasan yang menjelaskan kenapa kita merasakan emosi tersebut. Dan dengan menyadari alasan munculnya suatu emosi, berarti kita telah mendorong otak kita berpikir tentang tingkat kepentingan sumber masalah.
Begini contohnya. Misalnya seorang karyawan terjebak di kemacetan. Orang yang sadar diri akan menyadari bahwa ia merasakan emosi marah karena dirinya lelah sepulang dari hari yang padat di kantor. Ia ingin cepat tiba di rumah karena anak dan istri telah menunggu. Ketika ada kendaraan lain yang menyerobot jalurnya, sebenarnya si karyawan sudah siap untuk murka, melampiaskan amarahnya pada pengemudi kendaraan yang tidak sopan itu. Tapi karena ia sadar diri, ia berpikir lagi alasan kenapa dirinya ingin cepat-cepat pulang. Pada akhirnya ia bisa menyadari bahwa jauh lebih penting untuk bisa tiba di rumah dengan selamat daripada menyulut perkelahian di jalan raya. Nah, pilihan yang tepat bukan?

Dengan keuntungan-keuntungan menjadi orang yang sadar diri, tentu kita ingin menjadi orang yang demikian. Sekarang pertanyaannya, bagaimanakah caranya?

Membangun Self Awareness

Kesadaran diri dapat dibangun dengan mengaktifkan bagian otak yang disebut neokorteks. Ini adalah bagian otak yang terkait dengan penggunaan bahasa. Artinya, untuk meningkatkan kesadaran diri, Anda perlu “membahasakan”, mengidentifikasi, dan menamai emosi yang Anda rasakan. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  1. I Messages (Pesan “Saya…..”)
    7Menuliskan atau menyatakan perasaan dengan menggunakan pesan yang diawali dengan “Saya….”. Contohnya: “Saya merasa perilaku Anda sama sekali tidak menghargai kerja keras saya” atau “Saya kecewa dengan keputusan yang kamu buat”. I message menyadarkan Anda bahwa kendali dari permasalahan yang terjadi ada di tangan Anda. Anda yang merasakan sebuah emosi, Anda yang menyatakan, dan Anda yang memiliki kendali untuk mengubah keadaan.
  2. Berbagai Cara Berbagai Warna
    Menggunakan berbagai metode untuk melukiskan dan mendeskripsikan perasaan:
  • 9Warna, contoh: warna kuning untuk emosi senang, biru untuk sedih, merah untuk marah, dan lain lain. Anda bisa menggunakannya dalam berpakaian, tinta alat tulis, warna font di komputer, dan sebagainya.
  • Skala, contoh: “Saya cukup merasa bahagia, kira-kira 80 dari 100 lah”. Ini memberi gambaran yang cukup terukur kira-kira seberapa kuat intensitas emosi yang Anda alami. Jika Anda bisa mengatakan bahwa kesedihan Anda berskala 50:50, maka tidak ada alasan bagi Anda untuk berlarut-larut dalam kesedihan itu.
  • Analogi, contoh : “Kalau saya ini gunung, saya sudah mau meletus!”. Analogi ini juga bisa digunakan sebagai pengukur intensitas emosi Anda. Bagi orang Indonesia, analogi seperti ini biasanya lebih mudah dipahami karena budaya kita memang banyak mengajarkan simbolisasi dalam bahasa (contoh: bagai kacang lupa kulitnya).
  1. Menuliskan kebutuhan yang tidak terpenuhi
    9Hal ini ditujukan untuk menjelaskan kepada diri sendiri alasan dari emosi yang sedang Anda rasakan. Contoh: ketika Anda marah pada saat staf Anda tidak ikut memikul beban kerja yang sama, Anda bisa menuliskan “Saya ingin dia ikut lembur ketika saya lembur” beserta kebutuhan/keinginan lain yang Anda sadari. Semakin banyak kebutuhan/keinginan yang Anda tuliskan, maka Anda akan semakin menyadari keadaan emosi diri.
  2. Menuliskan yang ingin dilakukan
    Sebenarnya ini sudah memasuki tahap lanjutan dari Self Awareness. Setelah Anda menyadari emosi-emosi yang sedang dialami, langkah selanjutnya adalah menentukan hal apa yang ingin Anda lakukan selanjutnya terkait dengan emosi tersebut. Pada contoh Anda marah pada staf yang malas-malasan tadi,  Anda bisa menuliskan “Saya ingin memotong gajinya kalau pulang lebih cepat lagi” atau “Saya akan langsung menegurnya jika ia menolak penugasan”. Dengan menuliskan hal yang ingin dilakukan, Anda memberikan kesempatan bagi otak untuk kembali berpikir: apakah hal-hal tersebut sudah sesuai dan tidak menyalahi norma yang berlaku.

10Dengan membiasakan hal-hal di atas, Anda akan bisa merasa lebih nyaman menghayati emosi-emosi Anda tanpa harus larut dan lepas kendali. Nah, setelah Anda belajar banyak tentang emosi dan Self Awareness, tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk merasa tidak berdaya ketika dilanda suatu emosi yang kuat. Baik itu emosi negatif, maupun emosi positif. Sekarang Anda sudah belajar untuk membuat diri Anda sendiri menyadari emosi-emosi tersebut. Tinggal separuh langkah selanjutnya dimana Anda merencanakan perilaku yang sesuai untuk mengekspresikan emosi tersebut kepada orang lain.

Sumber Berita : http://www.lptui.com

Bentuk kepemilikan bisnis

Tugas Personal 5

 Jawaban:

1. Bentuk kepemilikan bisnis apakah yang akan Saudara pilih untuk setiap bisnis tersebut? Jelaskan mengapa demikian.

    1. Toko peminjaman video game, untuk bisnis ini Kepemilikan Tunggal karena model bisnis ini sangat simple dan tidak memerlukan dana yang sangat besar, serta Sumber Daya Manusia karyawan yang dibutuhkan juga cukup lulusan SMP atau SMA yang penting bisa membaca dan menggunakan komputer untuk mencatat data para peminjam.
    2. Layanan perencanaan pernikahan, untuk bisnis wedding organizer dapat Pemilik tunggal atau Pemilik Rekanan, karena tergantung dari model yang dimiliki dan sumber daya yang diperlukan sangat bervariasi mulai dari photografi, tata rias, dekorasi dan lain-lain.
    3. Perusahaan pengembangan peranti lunak, Sebaiknya bersifat pemilikan korporasi karena menyangkut hak cipta/patent dan memerlukan sumber daya manusia terutama ahli software terbaik serta fasilitas yang memerlukan dana cukup besar contohnya OS microsft windows atau Apple.
    4. Perusahan manufaktur peranti keras, Sebaiknya bersifat korporasi karena memerlukan alat perakitan dan karyawan perakitan yang banyak agar chip yang di produksi dapat di buat dalam sekala besar dalam waktu singkat, contohnya computer Microsoft atau Apple.

 

  1.  Lembaga Perizinan Perusahaan, dilakukan oleh :

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan http://disperindag-jabar.go.id/

Surat izin usaha perdagangan atau yang lebih dikenal dengan singkatan SIUP adalah surat izin untuk dapat melaksanakan usaha perdagangan. SIUP wajib dimiliki setiap orang yang memiliki usaha, karena surat tersebut berfungsi sebagai alat atau bukti pengesahan dari usaha yang Anda dirikan. Surat izin dari pemerintah tersebut dibutuhkan oleh pelaku usaha perseorangan maupun pelaku usaha yang telah berbadan hukum. Tidak hanya usaha berskala besar saja yang membutuhkan izin mendirikan usaha, usaha kecil juga membutuhkan adanya surat izin usaha perdagangan agar usaha yang dijalankan mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari pihak pemerintah. Sehingga di kemudian hari tidak terjadi masalah yang dapat mengganggu perkembangan usaha.

Sasaran

Obyek   : Seluruh usaha perdagangan baik kecil, menengah, dan besar

Subyek : Setiap perusahaan atau perorangan yang melakukan usaha perdagangan baik usaha kecil, usaha menengah, maupun usaha besar

Kategori SIUP

SIUP memiliki 3 kategori yang dibedakan berdasarkan besar kecilnya modal yang digunakan untuk usaha :

  1. SIUP kecil diberikan untuk usaha yang memiliki modal disetor dan kekayaan bersih seluruhnya sampai dengan Rp 200.000.000,00 ( di luar tanah dan bangunan tempat usaha )
  2. SIUP menengah diberikan untuk usaha dengan modal disetor dan kekayaan bersih seluruhnya antara Rp 200.000.000,00 sampai dengan Rp 500.000.000,00 ( di luar tanah dan bangunan tempat usaha )
  3. SIUP besar diberikan untuk usaha dengan modal disetor dan kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 ( di luar tanah dan bangunan )

Manfaat

Sedangkan manfaat kepemilikan SIUP adalah sebagai berikut :

  • Sebagai syarat pengesahan yang diminta oleh pemerintah, sehingga dalam kegiatan usaha tidak terjadi masalah perijinan
  • Dengan memiliki SIPU dapat memperlancar perdagangan ekspor dan impor
  • Selain itu untuk mengikuti kegiatan lelang, kepemilikan SIUP menjadi salah satu syaratnya

Prosedur Pembuatan SIUP

Untuk prosedur pembuatan SIUP biasanya dilakukan di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan daerah tingkat II atau setingkat dengan kabupaten / kota setempat.

Berikut tahapan dan persyaratan untuk mendapatkan SIUP :

a. Pemilik atau pelaku usaha mengurus sendiri atau melalui kuasa yang dikuasakan ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat

b. Mengambil formulir pendaftaran, mengisi formulir SIUP / PDP bermaterai Rp 6.000 yang ditandatangani oleh pemilik usaha. Kemudian formulir yang sudah diisi kemudian di fotocopy sebanyak dua rangkap, yang dilengkapi dengan syarat – syarat berikut :

  • Fotocopy akte pendirian usaha / badan hukum sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy KTP ( Kartu Tanda Penduduk ) sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy NPWP sebanyak 3 lembar
  • Fotocopy ijin gangguan / HO sebanyak 3 lembar
  • Neraca perusahaan sebanyak 3 lembar
  • Gambar denah lokasi tempat usaha

c. Untuk biaya pembuatan SIUP disesuaikan dengan peraturan daerah masing – masing, karena tiap daerah memiliki tarif yang berbeda – beda.

Dengan adanya SIUP, usaha yang Anda jalankan akan lebih aman karena terhindar dari masalah perijinan yang sering berakibat hingga penggusuran tempat usaha. Semoga dengan adanya informasi tips memperoleh surat izin usaha perdagangan ( SIUP ), dapat membantu Anda yang sedang menjalankan usaha

 

Badan Perizinan Terpadu (BPPT) http://bppt.jabarprov.go.id/

Syarat-syarat Pendirian Perusahaan (PT)

Ada beberapa dokumen dan informasi yang perlu disiapkan bila Anda mau mendirikan perusahaan.

Berikut adalah dokumen-dokumen dan informasi tersebut:

  1. Nama Perusahaan (Anda siapkan 2 atau 3 nama perusahaan bila pilihan pertama ditolak Departemen Hukum dan Ham)
  2. Bidang Usaha yang Digeluti
  3. Nama-Nama Pemilik Modal (Minimal Dua Orang)
  4. Klasifikasi Usaha: Kecil (Rp51 Juta – Rp500 Juta), Menengah (Rp501 Juta – Rp10 M), Besar (Di atas 10 M)
  5. Persentase Kepemilikan Modal
  6. Nama Direktur Utama/Direktur (Pimpinan Tertinggi Perusahaan)
  7. Copy KTP Pemilik Modal
  8. Kartu Keluarga (bila Direktur Utama/Direktur adalah perempuan)
  9. NPWP Direktur Utama/Direktur
  10. Foto Direktur/Direktur Utama ukuran 3×4 2 lembar (4×6 2 lembar untuk wilayah Bogor)
  11. Surat Keterangan Domisili Usaha
  12. Copy Bukti Surat Kepemilikan Tempat Usaha dan PBB atau Bukti Sewa-Menyewa Tempat Usaha
  13. Nomor Telepon Perusahaan
  14. Denah Lokasi Tempat Usaha (Bila Perusahaan menjadi PKP (Perusahaan Kena Pajak)

Itulah beberapa dokumen umum yang perlu Anda persiapkan sebagai syarat pendirian perusahaan sebelum Anda mendapatkan akte perusahaan, NPWP perusahaan, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan).

c.  Lembaga Perizinan Koperasi adalah Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM http://www.depkop.go.id,

                

 

Tugas Pokok dan Fungsi

 
Rumusan Tugas :
 
Membantu Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam menyiapkan perumusan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan koperasi dan usaha kecil dan menengah yang meliputi, perumusan, koordinasi, perencanaan dan pengembangan kebijakan dan pelaksanaan fungsi teknis pemberdayaan KUMKM di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Rincian Tugas :
   
 
a. menetapkan rencana dan program pengembangan kebijakan di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
b. menetapkan kebijakan di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku berdasarkan kewenangan yang dilimpahkan oleh Menteri Negara.
c. mengkoordinasikan pembinaan dan pengawasan kebijakan di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dengan unit kerja di lingkungan Kantor Menteri Negara maupun lembaga/instansi terkait lainnya.
d. melaksanakan fungsi teknis pemberdayaan KUMKM di bidang kelembagaan koperasi dan usaha kecil dan menengah.
e. membina dan mengawasi atas penyelenggaraan peraturan daerah di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
f. mengatur penerapan perjanjian di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
g. menetapkan standar pemberian ijin Badan Hukum Koperasi.
h. menetapkan persyaratan kualifikasi koperasi dan usaha kecil dan menengah berprestasi.
i. menetapkan pedoman Akuntansi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
j. menetapkan pedoman Klasifikasi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
k. menetapkan kebijakan sistem pengawasan anggota terhadap koperasi.
l. memberi dukungan dan kemudahan dalam pengembangan sistem organisasi koperasi dan usaha kecil dan menengah.
m. memberi dukungan dan kemudahan dalam kerjasama antar koperasi dan usaha kecil dan menengah serta kerjasama dengan badan usaha/asosiasi lainnya.
n. meningkatkan peranserta masyarakatdalam mengembangkan kelembagaan koperasi dan usaha kecil dan menengah.
o. memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan perkoperasian dan usaha kecil dan menengah di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah meliputi urusan organisasi dan badan hukum koperasi dan usaha kecil dan menengah, peraturan perundang-undangan, tatalaksana koperasi dan usaha kecil dan menengah, keanggotaan koperasi serta pengendalian dan akuntabilitas koperasi dan usaha kecil dan menengah.
p. melaksanakan pembinaan dan pengendalian terhadap pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
q. memimpin dan memberikan pengarahan dalam rangka pelaksanaan tugas bawahan di lingkungan Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
r. memimpin dan mengadakan rapat, seminar, lokakarya dan pertemuan dinas lainnya dalam rangka pelaksanaan tugas.
s. melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan petunjuk pimpinan dalam melaksanakan tugas Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
t. melaporkan dan bertanggung jawab kepada Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

 

 

 

 

 

Wewenang :
   
 
a. mengkoordinasikan/menetapkan kebijakan di bidang kelembagaan koperasi dan usaha kecil dan menengah.
b. memberikan penilaian, memotivasi atas pelaksanaan tugas bawahan.
c. menandatangani surat-surat dinas yang diatur dalam surat keputusan pelimpahan wewenang di bidang Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
d. memimpin, mengatur dan membagi tugas/pekerjaan kepada bawahan.
e. mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
f. menerima masukan, saran dan usulan yang sesual dengan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
g. menolak masukan, saran dan usulan yang tidak sesual dengan kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
h. memberikan saran dan masukan kepada atasan dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

 

 

 

 

 

Tanggungjawab :
   
 
a. bertanggung jawab atas perumusan kebijakan yang dibuat dan atau tindakan yang dilakukannya dalam penyelesaian tugas.
b. bertanggung jawab terhadap kinerja bawahan dan unit kerja yang dipimpinnya.
c. bertanggung jawab atas berjalannya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan tugas.
d. bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kebijakan Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
e. bertanggung jawab terhadap kebenaran dan ketepatan waktu laporan yang disampaikan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Saya tertarik untuk Bisnis Kecil di bidang Makanan, berikut ini pendapat untuk memulai:

 

Kemampuan untuk membuat makanan yang lezat tidak menjamin sebuah keberhasilan dalam membuat usaha. Mengetahui cara membuat makanan dan dapat mengelola bisnis anda adalah dua hal yang berbeda.

Jika anda sudah menguasai dalam memproduksi masakan ataupun makanan ringan, maka kini saatnya anda harus mengetahui bagaimana caranya untuk memulai bisnis anda.

Berikut ini kami sajikan beberapa tips dan trik dalam memulai usaha di bidang makanan :

  • Perbaharui dan perbaiki kualitas dari masakan buatan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan, anda dapat membagi sampel kepada teman atau saudara tedekat untuk memperoleh reaksi mereka terhadap produk anda. Setelah itu anda perbaiki agar sesuai dengan keinginan mereka.
  • Untuk makanan yang memiliki segmen, anda harus dapat memperbaharui dari resep, penampilan atau cara penyajiannya.
  • Perlu dipikirkan juga outlet penjualan, apakah anda berencana membuka toko atau bekerjasama dengan pihan lain? Contohnya jika anda memilih untuk membuka usaha pembuatan kue pengantin, anda dapat melakukan kerjasama dengan pihak wedding organizer.
  • Strategi penjualan lainnya adalah anda bisa juga melakukan kerjasama dengan beberapa usaha kantin. Anda dapat mensuplai masakan setiap harinya untuk dijualkan di kantin tersebut. Untuk hal ini, anda juga harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena berkaitan dengan biaya transportasi.
  • Pikirkan teknologi untuk mendampingi produk anda. Apakah produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya? Apakah perlu membeli peralatan khusus untuk menyimpan bahan baku? dan lain sebagainya.
  • Namun pada saat awal usaha, sebaiknya anda mengurangi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi. Hal ini bisa anda lakukan dengan cara yang lebih sederhana, atau anda bisa lakukan kerjasama dengan orang lain dalam mensuplai kebutuhan bahan baku tersebut.
  • Tujuannya adalah agar anda tidak terlalu berat dalam memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah usaha anda berjalan lancar dan memiliki pelanggan yang tetap, maka anda dapat melakukan pembelian peralatan produksi tersebut.
  • Anda harus memikirkan bahwa produk anda aman dikonsumsi serta mendatangkan profit. Mungkin anda haus menguji produk anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tak menjadi masalah di kemudian hari.
  • Jika anda memulai bisnis makanan ringan, dipikirkan juga kemasan yang menarik agar memberikan nilai lebih pada produk buatan anda. Selain itu juga, dapat meningkatkan image produk dari calon pembeli. Kemasan dapat berasal dari jenis plastik ataupun kertas.
  • Yang paling sering menjadi permasalahan dalam menjalankan usaha makanan, adalah ketakutan pada diri sendiri. Pikiran – pikiran apakah produknya laku atau tidak, bagaimana nanti jika ada yang mengeluh, dll. Untuk itu, anda sebaiknya mempersiapkan diri sendiri dan memegang teguh prinsip ” Usaha yang berhasil, hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan “.
  1. SBA menawarkan program untuk mendukung berbagai kebutuhan pemilik usaha kecil. Anda dapat mengakses informasi tentang program-program yang berkaitan dengan teknis, keuangan, pendidikan kontrak, dan bantuan bencana, serta minat khusus, advokasi dan sipil kepatuhan hak

SBA memiliki Pelayanan-pelayanan antara lain:

 

       A.  Bantuan Keuangan

Semua bisnis membutuhkan uang untuk lahan dan terus tumbuh. Sumber daya SBA membantu Anda penelitian program pinjaman, mengeksplorasi pilihan di seluruh pembiayaan.

B.  Memantau Bisnis Kecil

SBA memiliki program dan sumber daya untuk semua orang, tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, dan status keuangan.

C.  Konseling & Pelatihan

Setiap pemilik bisnis membutuhkan bimbingan selama start up dan menjalankan bisnis mereka. Kantor SBA Pengembangan Wirausaha membantu bisnis mulai, tumbuh dan bersaing di pasar global dengan menyediakan kualitas pelatihan, konseling.

D. Persetujuan / Legalitas

Bekerja dengan pemerintah federal dapat memberikan banyak kesempatan untuk usaha kecil untuk bekerja secara efektif dengan pemerintah.

 

E. Bantuan Bencana

Bencana dapat menghapus sebuah usaha kecil dalam hitungan detik. Untuk membantu melindungi pemilik usaha kecil, Kantor SBA Bantuan Bencana (ODA) menyediakan bantuan keuangan terjangkau, tepat waktu dan dapat diakses oleh pemilik rumah, penyewa, dan bisnis.

 

F.  Advokasi, Hukum & Peraturan

Memberikan pemilik usaha kecil suara awal dalam proses legislatif adalah kunci untuk mengurangi dampak negatif dari peraturan tentang usaha kecil, meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap peraturan, dan lulus pada penghematan biaya untuk ekonomi Negara.

 

G. Inisiatif

SBA berkomitmen untuk membantu usaha kecil di AS berhasil. Dengan demikian, beberapa program dan hukum telah disponsori yang secara langsung mempengaruhi pemilik usaha kecil.

 

H. Hak Sipil Kepatuhan – CRC

Kantor Kepatuhan Hak Sipil (OCRC) bekerja untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan non-diskriminasi dan peraturan oleh penerima SBA bantuan keuangan umum dan, berkenaan dengan individu penyandang cacat.

Regards,

Chandra Suhardiman

NIM : 1601285866

organisasi mekanistik dan organisasi organic

Tugas Personal 3

  1. Apakah Saudara lebih menyukai bekerja di dalam suatu organisasi yang mekanistik atau organisasi yang bertipe organic? Jelaskan alasan-alasan Saudara bedasar teori yang pernah Saudara pelajari tentang struktur dan desain organisasi
  2. Jenis-jenis keterampilan apakah yang mungkin akan dibutuhkan oleh para manajer untuk bekerja secara efektif dalam: a) Struktur proyek, b) Dalam organisasi tanpa batas, dan c) Dalam organisasi pembelajaran?
  3. Jelaskan unsur-unsur yang sangat berperan dalam proses komunikasi dan berikan contohnya untuk setiap unsur tersebut. Komunikasi yang tidak efektif adalah kesalahan pengirim. Apakah Saudara setuju dengan pernyatan tersebut? Jelaskan.
  4. Apakah teknologi informasi telah membantu para manajer untuk menjadi lebih efektif dan efisien? Jelaskan pendapat Saudara.

Jawaban :

  1. Saya lebih menyukai bekerja di dalam suatu organisasi yang bertipe organic. Alasannya karena organisasi organic memiliki sistem yang lebih flexibel untuk beradapatasi dengan keadaan lingkungan yang tidak menentu, sehingga dapat memotivasi semua pihak yang ada di dalam organisasi dapat saling membantu dan mengembangkan kemampuan dirinya dalam mengatasi setiap masalah yang timbul dikemudian hari secara bersama-sama, dengan demikian setiap masalah akan lebih cepat diselesaikan, serta akan lebih menikmati suasana bekerja yang tidak terlalu dibawah tekanan seperti sistem mekanistik yang kaku.

Tabel Perbedaan Model Mekanistik dan Organik

No Struktur Model Mekanistik Struktur Model Organik
1. Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan. Bawahan merasa tidak bebas mendiskusikan masalah dengan atasan Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan. Bawahan merasa bebas mendiskusikan masalah dengan atasan.
2. Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa aman, dan ekonomik  melalui perasaan takut dan sanksi. Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode partisipasi.
3. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah cenderung terganggu, tidak akurat, dan dipandang dengan rasa curiga. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secra bebas keseluruh organisasi yaitu ke atas, kebawah dan kesamping.
4. Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif.
5. Proses pengambilan keputusan hanya terjadi di tingkat puncak Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatanmelalui proses kelompok.
6. Proses penyusunan tujuan dilakukan di tingkat puncak organisasi tanpa mendorong adanya partisipasi. Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi
7. Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan atas kekeliruan  yang terjadi. Proses kendali menyebar ke seluruh  organisasi dan menekankan pemecahan masalah dan pengendalian diri sendiri.

 

2.  Jenis-jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh para manajer agar dapat bekerja efektif dalam :

     A) Struktur organisasi proyek,

Dalam Struktur Organisasi proyek para manajer diharapkan lebih aktif untuk ikut dalam sejumlah kegiatan proyek bersama para karyawan agar dapat memonitor kegiatan para karyawan yang bekerja dalam proyek, sehingga para karyawan mampu melakukan seluruh tugasnya dengan benar dan mengembangkan diri mereka menjadi pekerja yang lebih mandiri dalam proyek-proyek berikutnya.

 

     B) Dalam organisasi tanpa batas, (Boundaryless Organization)

Dalam organisasi ini akan selalu membutuhkan manajer yang kreatif dan mampu untuk selalu mendukung kinerja organisasi, sadar sepenuhnya bahwa diantara dirinya dengan orang lain sangatlah tipis perbedaannya, terutama mengenai kompetensi diri. Individu tidak layak menganggap kompetensi dirinya telah memenuhi persyaratan organisasi tanpa melihat orang-orang di sekitarnya. Organisasi tanpa batas berusaha mengurangi rantai perintah, memiliki rentang kendali yang luas, dan

menggantikan departemen dengan tim yang tangguh.

Dengan menghilangkan batasan vertikal, manajemen mengurangi herarki. Status dan pangkat dikurangi. Dan organisasi kelihatan lebih seperti

selinder daripada piramida. Tim-tim herarki silang (termasuk eksekutif utama, manajer menengah, pengawas dan pekerja operasional), praktek pembuatan keputusan partisipatif, dan penggunaan penilaian kinerja.

 

    C) Dalam organisasi pembelajaran,

Para manajer diharapkan dapat :

*. Top-level yang manajer mendukung visi dari organisasi belajar.

*. Menciptakan iklim yang mendukung dan mengakui pentingnya belajar hal yang baru.

*. Manajer memiliki pandangan, bahwa belajar dari kegagalan maupun keberhasilan.

*. Manajer memberikan kesempatan kepada karyawan untuk terus belajar yang  dimasukkan ke dalam  operasi dan   program.

*. Organisasi ini efisien dengan tingkat manajemen yang sedikit untuk  memaksimalkan komunikasi dan pembelajaran di semua tingkat. Kelima indikator transformasi organisasi tersebut telah dijalankan dengan baik dan telah diciptakan kondisi mencapaian visi bersama.

 

3.  Unsur-unsur yang sangat berperan dalam proses komunikasi.

Terdapat tujuh unsur dalam proses komunikasi, yaitu:

    1. Sumber komunikasi,

Sumber pesan atau pengirim pesan adalah orang atau pihak yang memiliki informasi dari kehendak untuk menyampaikan kepada orang lain. Contohnya: menggunakan tanda-tanda atau symbol, diusahakan agar orang lain mengerti apa yang dimaksud. Tanda yang digunakan dapat berupa kata-kata, tindakan,gerakan, gambar atau angka atau kombinasi. Pengirim atau komunikator dalam organisasi bisa karyawan atau pimpinan.

 

    1. Pesan,

Pesan adalah informasi yang hendak disampaikan pengirim kepada penerima. Contohnya : hasil survey

 

    1. Penyandian / encoding,

Penyandian merupakan proses mengubah informasi kedalam isyarat-isyarat atau simbol-simbol tertentu untuk ditransmisikan. Proses penyandian ini dilakukan oleh pengirim. Contohnya : Gambar Grafik

 

    1. Saluran / channel,

Saluran atau sering disebut dengan media adalah alat dimana pesan berpindah dari pengirim ke penerima. Contohnya : computer, kertas.

 

    1. Penafsiran/ Decoding,

Penafsiran adalah proses menterjemahkan (menguraikan sandi-sandi) pesan dari pengirim, contohnya : menjelaskan angka-angka pada grafik dengan bahasa verbal atau seperti mengartikan huruf morse dan yang sejenisnya.

 

    1. Penerima pesan,

Penerima adalah orang atau pihak yang menerima informasi dari pengirim. Contohnya : berita dari reporter ke penonton TV.

 

    1. Umpan balik.

Umpan balik pada dasarnya merupakan tanggapan penerima atas informasi yangdisampaikan pengirim. Umpan balik ini hanya terjadi pada komunikasi dua arah. Contohnya : Memberikan jawaban di telepon.

 

Komunikasi yang tidak jelas belum tentu dari kesalahan pengirim karena banyak           sekali faktor teknis dan non teknis yang dapat menyebabkan gangguan komunikasi. Misalnya : Signal handphone yang terputus.

 

Seluruh proses komunikasi yang melibatkan ketujuh unsur tersebut sangat rentan terhadap adanya kegaduhan (noise) – gangguan yang terjadi pada penyampaian, penerimaan, atau umpan balik pesan.

 

4. Teknologi sangat membantu para manajer, karena teknologi informasi memungkinkan kita saling berkomunikasi dan bertukar data baik dalam organisasi maupun antar organisasi lain hanya dalam sekejap tanpa harus beranjak dari tempat duduk melalui jaringan computer seperti internet . Contohnya: Email dapat mengirimkan laporan dalam bentuk text, gambar dan audio hanya dalam hitungan menit.

Regards,

Chandra Suhardiman

NIM 1601285866

Pyro Media Boyd

Tugas Kelompok 1

PERTANYAAN:

  1. Apakah keputusan untuk masuk ke pasar baru seperti yang dilakukan Pyro Media milik Boyd merupakan keputusan besar? Bagaimana cara Boyd menggunakan proses pengambilan keputusan guna membantu dia membuat keputusan?
  2. Apakah Saudara menyebut penurunan pendapatan sebagai masalah atau simtom atas masalah? Jelaskan pendapat Saudara.
  3. Dengan menggunakan jenis-jenis gaya pengambilan keputusan, identifikasi jenis gaya pengambilan keputusan yang Saudara pikir digunakan oleh Boyd. Jelaskan pilihan Saudara.
  4. Apakah Saudara setuju dengan keyakinan kuat Boyd bahwa mampu memahami masalah merupakan penentu keberhasilan, terutama bagi usaha kecil? Jelaskan pendapat Saudara.

Jawaban :

1). Ya , keputusan yang dilakukan Boyd merupakan keputusan besar karena harus mengeluarkan biaya yang besar untuk berinvestasi di bidang peralatan, fasilitas seluas 56.000 kaki persegi, dan karyawan yang paham keramik. Boyd menganalisis sumber masalah yang terjadi dipasar yang mempengaruhi pendapatan perusahaanya, setelah Boyd dan teamnya menemukan bahwa sumber masalahnya adalah importir pesaing yang telah mendistridusikan kemasan untuk bertanam dari bahan terra cotta, kemudian Boyd merumuskan strategi dan usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kembali pendapatannya dengan cara mengundang sejumlah konsultan guna melihat pasar lain mana yang harus dikejar oleh perusahannya.

Cara Boyd menggunakan proses pengambilan keputusan guna membantu dia membuat keputusan yaitu:

a. Langkah 1 : Mengidentifikasi Masalah

Pyro Media pendapatannya tidak terus meningkat sebesar 30 persen seperti sebelumnya tetapi justru menurun. Pada saat menginvestigasi situasi, dia menemukan bahwa perusahaan besar telah mulai mengimpor dan mendistridusikan kemasan untuk bertanam dari bahan terra cotta, yang pada hakikatya mencuri bisnisnya

b. Langkah 2 : Mengidentifikasi Kriteria

mengundang sejumlah konsultan guna melihat pasar lain mana yang harus dikejar oleh perusahannya

c. Langkah 3 : Memberi Bobot Kriteria

Studi mereka, yang berlangsung enam bulan, merekomendasikan bahwa Pyro Media harus berusaha memecahkan masalah penerapan teknologi tinggi di bidang keramik Dengan kata lain, menggunakan teknologi yang sama yang telah dikembangkan dan digunakan Boyd dalam pembuatan pot keramik dan menerapkannya ke bidang lain

d. Langkah 6 : Memilih Alternatif

Berdasarkan informasi itu, Boyd mempekerjakan insinyur keramik dan berusaha mendapatkan pasar “yang dapat dibentuk” di bidang keramik

e. Langkah 7 : Mengimplementasi Alternatif Terpilih

Memahami bahwa bisnisnya menurun dan menganalisis alasan yang mendasar hilangnya pendapatan merupakan sarana bagi keberlanjutan keberhasilan Pyro Media.

f. Langkah 8 : Mengevaluasi Efektivitas Keputusan

Boyd berkata bahwa mampu memahami masalah merupakan penentu keberhasilan, terutama bagi usaha kecil

 

2). Perusahaan Pyro Media telah menjalankan bisnisnya dengan baik karena memiliki fasilitas produksi keramik yang lengkap dan canggih, yang menjadi penyebab penurunan pendapatan dari perusahaan Pyro Media adalah simtom atau gejala dari masalah yang terjadi dari factor eksternal akibat dari perusahaan importir sebagai pesaing yang telah mencuri pasar perusahaan Boyd dengan mendistridusikan kemasan untuk bertanam dari bahan terra cotta.

 

3). Boyd mengambil keputusan dengan menggunakan Gaya analistik

 

Gaya pengambilan analistik karena Boyd perlu 6 bulan untuk mengambil keputusan dan mengundang para konsultan untuk membantu mengambil keputusan :

 

Gaya Analistik

 

-Hasil keputusan didasarkan atas inputan hasil analisis ( pesaing import terra cotta )

 

-Lebih banyak mempertimbangkan beragam informasi dan alternetif dibandingkan gaya direktif ( konsultan )

 

-Pengambilan keputusan diambil dalam jangka waktu agak lama ( 6 bulan)

 

-Menggambarkan pemimpin yang otokratik

 

Tambahannya mungkin gaya analisis apa yang digunakan boyd :

 

SWOT (Strengths, Weaknesses/Limitations, Opportunities, and Threats.)

 

*Strengths : Boyd mencari apa menjadi kekuatan dia dalam produksinya yaitu kemahiran design, fasilitas produk yang lengkap dan lengkap didukung oleh para karyawan yang ahli dalam bidang keramik.

 

*Weaknesses/Limitations : Boyd menyadari kelemahannya, bahwa ada importer pesaing yang telah mencuri pasarnya.

 

*Opportunities : Boyd mencari peluang dengan cara mengembangkan design dan fungsi produk sehingga menghasilkan jenis produk lain menggunakan teknolgi yang sudah dimiliki.

 

*Threats : Boyd membuat produk dan mengalihkan target ke pasar yang berbeda dari pesaingnya.

 

  1. Keyakinan Boyd bahwa mampu memahami masalah merupakan penentu keberhasilan memang sangat berperan sangat penting bagi setiap perusahaan, oleh sebab itu setiap perusahaan diharapkan untuk mampu dengan cepat menemukan alternative pilihan yang dapat dijalankan secara efisien tanpa harus membuang banyak waktu dan biaya terutama bagi usaha kecil karena perusahaan kecil memiliki tingkat keterbatasan modal / capital yang rendah, sehingga bila mereka tidak dapat mencari jalan keluar yang tepat dan cepat maka mereka akan mendapat masalah yang besar, saat dimana mereka sudah tidak dapat melakukan apapun setelah kehabisan modal akibat dari kerugian yang terus terjadi sehingga akhirnya mengalami kebangkrutan.

 

Regards Team 5 ,

Chandra, Devi, Evan, Dessy

organisasi nirlaba Indonesian Corruption Watch

Tugas Personal 2

 

 

  1. Apa perbedaan antara perencanaan pada organisasi nirlaba seperti Indonesian Corruption Watch dan perencanaan pada organisasi yang mencari laba seperti The botol Sosro?

Jawaban :

Perbedaan perencanaan nirlaba ICW dengan organisasi nirlaba lainnya yang hanya  mencari laba semata seperti botol sosro dapat di lihat dari visi dang fungsi dari terbentuknya organisasi ICW tersebut yang lebih mengarah ke faktor pengawasan dan perlindungan hukum bagi masyarakat atas kegiatan korupsi yang terjadi di dalam kegiatan perekonomian Indonesia yang di sebabkan oleh lemahnya kontrol publik memiliki dampak yang sangat luas terutama pada usaha reformasi birokrasi pemerintahan. Korupsi berkembang subur di birokrasi, terutama yang menjadi ujung tombak pelayanan mendasar kebutuhan publik seperti pendidikan, kesehatan, air minum, dan listrik.

 

ICW lahir di Jakarta pada tanggal 21 Juni 1998 di tengah-tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis, bersih dan bebas korupsi.

 

Visi ICW :

Menguatnya posisi tawar rakyat untuk mengontrol negara dan turut serta dalam keputusan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang demokratis, bebas dari korupsi, berkeadilan ekonomi, sosial, serta jender.

 

Misi ICW adalah memberdayakan rakyat dalam:

 

Memperjuangkan terwujudnya sistem politik, hukum, ekonomi dan birokrasi yang bersih dari korupsi dan berlandaskan keadilan sosial dan jender.

Memperkuat partisipasi rakyat dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan publik.

 

Dalam menjalankan misi tersebut, ICW mengambil peran sebagai berikut:

 

Memfasilitasi penyadaran dan pengorganisasian rakyat dibidang hak-hak warganegara dan pelayanan publik.

Memfasilitasi penguatan kapasitas rakyat dalam proses pengambilan dan pengawasan kebijakan publik.

Mendorong inisiatif rakyat untuk membongkar kasus-kasus korupsi yang terjadi dan melaporkan pelakunya kepada penegak hukum serta ke masyarakat luas untuk diadili dan mendapatkan sanksi sosial.

Memfasilitasi peningkatan kapasitas rakyat dalam penyelidikan dan pengawasan korupsi.

Menggalang kampanye publik guna mendesakkan reformasi hukum, politik dan birokrasi yang kondusif bagi pemberantasan korupsi.

Memfasilitasi penguatan good governance di masyarakat sipil dan penegakan standar etika di kalangan profesi.

 

*Dari keterangan diatas dapat di simpulkan bahwa perencanaan organisasi nirlaba yang di lakukan oleh ICW adalah lebih mengutamakan para anggotanya yang memiliki kemampuan dan pengaruh dibidang Hukum dan Politik untuk melindungi hak asasi manusia kepada masyarakat yang miskin secara ekonomi, politik dan budaya secara luas. Sangat berbeda dengan organisasi yang hanya mencari laba semata seperti Botol sosro yang lebih mengutamakan kemampuan di bidang produksi dan pemasaran produk untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi organisasi sendiri atau Individual saja.

 

 

  1. Bob Sadino, adalah orang yang tadinya seorang karyawan yang bekerja di kantor di luar  negeri dengan penghasilan yang memadai atau malah penghasilannya melebihi untuk ukuran orang rata-rata. Tetapi kemudian dia pulang ke tanah air Indonesia, memulai bisnis di daerah Kemang Jakarta dan sukses sampai sekarang. Dalam suatu acara di televisi swasta di Jakarta, Bob Sadino mengatakan bahwa dalam menjalankan bisnisnya dia tidak menggunakan perencanaan (salah satu fungsi dari manajemen). Coba Saudara telusuri dari berbagai sumber yang valid dan Saudara analisis mengapa Bob Sadino berhasil menjalankan bisnisya meskipun dia tidak menggunakan perencanaan. Jangan lupa menyebutkan sumber yang Saudara pereoleh agar dapat diakses untuk pembuktian.

Jawaban :

Setelah membaca berbagai artikel mengenai pengalaman bisnis Bob Sadino dapat disimpulkan bahwa sebenarnya dia tetap melakukan prinsip-prinsip dari perencanaan bisnis tetapi tidak terpaku dengan teori yang ada di dalam buku dengan cara mengembangkan metodenya dari pengamatan dan pengalamannya sendiri. Dengan prinsip bisnisnya  dia mewujudkannya dalam tindakan nyata yaitu dengan menjalankan bisnis harus di ikuti dengan perasaan yang santai saja, hilangkan semua beban yang berlebihan, yang paling penting adalah, kemauan, komitmen, keberanian mengambil peluang, pantang menyerah dan selalu belajar pada yang lebih pintar serta selalu bersyukur kepada “TUHAN”.

 

Sumber berita :

 

http://www.sumbaronline.com/berita-1960-bob-sadino-hidup-tanpa-rencana-bermodal-goblok-.html

http://www.bob-sadino.com/kata-goblok-bin-bijak/11-jika-ingin-sukses-tak-perlu-rencana.html

http://sinar-kejora.com/%E2%80%9C/tips-sukses-ala-om-bob-sadino/%E2%80%9D

 

 

 

  1. Apa yang Saudara pahami tentang Analisis SWOT dan Strategi akbar (Grand Strategy) perusahaan?

 

Jawaban :

 

           

*Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.

 

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:

 

A. Strengths (kekuatan)

 

merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

 

B. Weakness (kelemahan)

 

merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

 

C. Opportunities (peluang)

 

merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.

 

D. Threats (ancaman)

 

merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

 

  • Strategi akbar (Grand Strategy) perusahaan

Grand Strategy ini bertindak sebagai “Blue Print” Strategy bagi arah dan tujuan sebuah perusahaan, sehingga semua Business Concept, Product Planning, Marketing Strategy, Finance Policy, Development Direction dan berbagai kebijakan lain di dalam perusahaan ini harus sesuai, selaras dan saling ber-synergy didalam Grand Strategy tadi.

 

Semua langkah kebijakan dan action oleh seluruh Department dalam Perusahaan ini juga harus ikut dan patuh terhadap Grand Strategy. Tidak akan baik jika setiap Department memiliki arah sendiri-sendiri, dan juga tidak akan baik jika setiap Department melakukan strategy yang berbeda-beda dalam arti tidak memiliki kesamaan arah tujuan dan tidak ber-synergy.

 

Disini Grand Strategy akan sangat bermanfaat untuk men-synergy-kan dan memberikan Directive yang dikehendaki oleh Perusahaan. Perusahaan akan memiliki langkah yang kokoh dan serempak,the power of team work dan synergy antar Department juga akan melipat-gandakan kekuatan Perusahaan di mata Pesaing.

 

Competitive Advantage dari sebuah Perusahaan justru terletak disini, Ya inilah “Jiwa” yang mengisi semua bentuk Strategy-strategy yang dibentuk di level Department. Semisal di Department Marketing, maka semua kebijakan Strategy Marketing hingga ke bawahnya tetap berpusat pada  Grand Strategy, baik itu Sales Strategy, Promotion Strategy, Placement/Network Strategy, Pricing Strategy akan tetap berada di jalur atau rel yang tepat.

 

Seringkali dibanyak perusahaan semua hal ini berjalan terpisah sendiri-sendiri. Seringkali juga malah saling bertabrakan dan berbenturan. Nah bagaimana Perusahaan bisa melahirkan Competitive Advantage jika kondisi seperti ini yang dialami di dalam Perusahaan itu sendiri? Bahkan lebih buruknya lagi pada saat fase Tactic Decision dan Implementation  di lapangan akan semakin simpang siur saja. Pesan dan Image yang ditangkap oleh Masyarakat akan berbeda dengan langkah dan tindakan perwakilan Perusahaan pada saat proses selling atau promo event.

 

Disinilah Esensi dari Effisiensi Perusahaan justru terletak, Bagaimana ber-Synergy antar Department untuk melakukan Strategy, Tactic dan Implementation secara selaras, searah dan serempak bersamaan dalam timming yang benar. Inilah kegunaan operational dari Grand Strategy.

 

 

  1. Saudara cari dari berbagai sumber yang dapat dipercaya (lewat internet atau sumber lain), carilah dua perusahaan yang menerapkan strategi pengurangan dan kemudian Saudara menganalisisnya mengapa mereka (perusahaan itu) menempuh strategi seperti itu. Sebutkan sumbernya agar dapat diakses untuk pembuktian.

 

Jawaban :

 

Perusahaan International yang menerapkan  strategi pengurangan “Cost Reduction Strategy” adalah Wal-Mart dan Apple, tujuannya adalah serupa antara lain disebabkan oleh perdagangan global banyak perusahaan di tuntut agar  semakin kompetitif dan lingkungan bisnis, efisiensi biaya merupakan prasyarat untuk kelangsungan hidup jangka panjang dan pertumbuhan. Dalam pasar pembeli, bisnis yang menjual kualitas terbaik pada harga terendah menang. Perusahaan-perusahaan seperti Walmart telah berpaling pemotongan biaya menjadi sebuah bentuk seni, dan sebagai hasilnya, mereka menikmati kepemimpinan pasar global dan profitabilitas yang tinggi. Mereka menciptakan situasi win-win untuk pelanggan dan bisnis dengan pendekatan berbiaya rendah mereka, dan mereka mengungguli pesaing mereka dengan jauh dengan sukses mereka praktek pengurangan biaya, ide-ide dan strategi. Strategi yang di jalankan Wal-mart adalah membuat ukuran retail yang lebih kecil agar lebih tersebar di berbagai kota diamerika sehingga lebih mudah dicapai oleh para pembeli seperti indomaret dan alfamart di Indonesia, selain itu biaya operasional akan lebih rendah dibandingkan gedung besar seperti hypermart.

 

Sedangkan Apple mengurangi pabriknya di amerika dan memilih bekerjasama dengan perusahaan Foxconn di china untuk memproduksi beberapa produk terkenalnya seperti Iphone, IPAD, karena selain tenaga kerja di china jauh lebih murah daripada di amerika, Apple juga mendapatkan keuntungan lain yaitu jaringan pasar local china yang besar karena jumlah penduduk di china lebih banyak dan tingkat konsumtif yang lebih tinggi , dengan cara seperti itu Apple mendapatkan setidaknya 2 keuntungan bisnis.

http://onbonsai.com/201105/10-strategi-pengurangan-biaya-perusahaan-kompetitif-global.htm

http://www.costcoach.com/wal-mart-focuses-on-smaller-format-stores-and-cost-reduction/

http://www.gottabemobile.com/2012/01/22/why-apple-is-manufacturing-its-iphone-in-china-not-the-u-s/

Demikianlah penjelasan mengenai contoh perusahaan menerapkan strategi pengurangan “Cost Reduction Strategy”.

Regards,

Chandra suhardiman

NIM : 1601285866

Mintzberg para manajer memiliki sepuluh peran

Tugas Personal 1

 

1)  Menurut Mintzberg para manajer itu memiliki sepuluh peran berbeda-beda, dari kesepuluh peran tersebut dapat dibagi menjadi 3 category, yaitu : informational (managing by information), interpersonal (managing through people), and decisional (managing through action). Berikut keterangannya dibawah ini :

 

  1. informational (managing by information) (Manajemen dengan informasi), ada 3 peran, yaitu :

 

    1. Monitor (Pegawasan) , maksudnya adalah : Tugas meliputi operasi internal menilai, keberhasilan departemen dan masalah dan peluang yang mungkin timbul. Semua informasi yang diperoleh dalam kapasitas ini harus disimpan dan dipelihara. Misalnya : Mencari dan memperoleh pekerjaan yang berhubungan dengan informasi, membaca berita perdagangan, majalah, laporan, menghadiri seminar dan pelatihan, serta menjaga kontak relasi.

2.    Disseminator ( Penyebar Informasi ).
Menyoroti faktual atau nilai pandangan eksternal berbasis ke dalam organisasi dan bawahan. Hal ini membutuhkan baik penyaringan dan keterampilan delegasi. Misalnya : Berkomunikasi / menyebarkan informasi kepada orang lain dalam organisasi, mengirim memo dan laporan; menginformasikan staf dan bawahan dari keputusan

 

3. Spokesperson  ( Juru Bicara )

 

Berfungsi dalam kapasitas PR dengan menginformasikan dan melobi   orang lain untuk menjaga stakeholder kunci diperbarui mengenai operasi organisasi.  Misalnya : Berkomunikasi / mengirimkan informasi ke luar
Menyampaikan memo, laporan dan bahan informasi; berpartisipasi dalam
konferensi / pertemuan dan laporan kemajuan.

  1. interpersonal (managing through people) ( manajemen melalui orang lain),

ada 3 peran, yaitu :

 

4. Figurehead  ( Tokoh sebagai Simbol pemimpin perusahaan )

adalah orang yang memiliki peranan penting dalam  kantor, tetapi secara de facto tidak sedikit kekuatan sebenarnya, paling sering dibatasi oleh Konvensi, bukan hukum. Semua inspirasi, sosial, kewajiban hukum dan seremonial. Dalam hal ini, manajer dipandang sebagai simbol status dan otoritas suatu perusahaan.   Misalnya: melaksanakan tugas-tugas sosial dan hukum, bertindak sebagai pemimpin simbolis dengan menyapa pengunjung, menandatangani dokumen hukum, menghadiri upacara pemotongan pita, tuan rumah resepsi, dan lain-lain.

5. Leader  ( Pemimpin )

Tugas adalah jantung dari hubungan mencakup penataan dan memotivasi bawahan, mengawasi kemajuan mereka, mempromosikan dan mendorong perkembangan mereka, dan menyeimbangkan efektivitas.

6. Liaison   ( Penghubung atau Duta Perwakilan )
Membangun dan memelihara kontak dalam dan di luar organisasi
Bisnis korespondensi, partisipasi dalam pertemuan dengan perwakilan
dari divisi lain atau organisasi.

Menjelaskan kewajiban informasi dan komunikasi manajer. Satu harus berjejaring dan terlibat dalam pertukaran informasi untuk mendapatkan akses ke basis pengetahuan.

 

 

 

  1. decisional (managing through action) ( manajamen dengan tindakan nyata),

ada 4 peran, yaitu :

 

7. Entrepreneur ( Berjiwa Pengusaha )
Mengidentifikasi ide-ide baru dan memulai proyek perbaikan
dengan menerapkan inovasi dalam rencana untuk masa depan.

 

Misalnya : mendorong para rekan manajer untuk membuat proyek-proyek                  perbaikan dan bekerja untuk mendelegasikan, memberdayakan dan mengawasi tim dalam proses pembangunan.

8. Disturbance Handler ( Pemecahan Masalah )

Berkaitan dengan mengatasi situasi krisis,  seperti sengketa atau masalah dan mengambil tindakan korektif, menyelesaikan konflik antara bawahan, dengan mencari jalan keluar alternative yang strategis,

 

9. Resource Allocation        ( Alokasi sumber daya )

 

Memiliki  kewenangan dalam mengendalikan penggunaan sumber daya organisasi.

 

Misalnya : Menjelaskan tanggung jawab mengalokasikan dan mengawasi keuangan, material dan sumber daya personel. Menentukan di mana untuk menerapkan sumber daya
Draft dan persetujuan rencana, jadwal, anggaran, prioritas Set

 

 

10. Negotiator ( Negosiasi )

 

Berpartisipasi dalam kegiatan negosiasi dengan organisasi lain dan individu. Misalnya : membela kepentingan bisnis, berpartisipasi dalam dan mengarahkan negosiasi dalam tim, departemen, dan organisasi.

 

@Tugas apa yang harus dilakukan oleh Rektor Binus University ? , serta berikan contoh konkritnya ?

 

Jawaban : menurut saya seorang Rektor sebaiknya melaksanakan beberapa Peran manager diatas yang lebih berkaitan dengan kegiatan perkuliahan, antara lain :

 

*Figurehead, contohnya : Rektor selalu bersikap mencerminkan sebagai pemimpin bijaksana agar menjadi panutan yang baik bagi seluruh pihak.

 

*Leader, contohnya : Rektor selalu diharapkan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam memberikan perintah terhadap bawahannya.

 

*Liaison, contohnya: Rektor menghadiri pertemu pendidikan di secara nasional maupun international.

 

*Disturbance Handler, contohnya: Rektor binus bersedia untuk menelusuri peyebab masalah yang terjadi dalam perkuliahan dan setelah mendapatkan hasil dari inverstigasi mengadakan perundingan untuk  menyelesaikan denga nsemua pihak yang berkepentingan.

 

*Monitoring, contohnya : Mengawasi kegiatan perkuliahan secara keseluruhan mulai dari     level bawah sampai atas, apakah fasilitas dan materi perkulihan berfungsi dengan baik.

 

*Disseminator,  contohnya : menyebarkan berita kepada seluruh lembaga terkait, seperti bila akan diadakan kegiatan seminar tahunan.

 

*Spokesperson, contohnya : bila ada jumpa pers rector bersedia memberikan semua keterangan kepada wartawan atau public.

 

*Resource Allocator, contohnya : Rektor bersedia untuk mencari tenaga pendidik terbaik agar lulusan binus memiliki kualitas yang terbaik.

 

 

2) Banyak orang mengatakan bahwa manajemen itu universal. Benarkah pendapat itu, kalau memang benanr, coba berikan contoh yang konkrit tentang keuniversalan manajemen itu.

 

  • Jawabannya adalah Iya , alasannya adalah:
  • manajemen adalah proses universal, Manajemen bersifat universal dalam arti bahwa itu berlaku di mana saja apakah sosial, agama atau bisnis dan industri.. Karena tidak seorang pun dapat bekerja sendiri dalam setiap jenis organisasi . Manajemen sebagai proces universal, merujuk pada proses yang diadopsi oleh orang-orang dari dunia tentang bagaimana untuk memuaskan keinginan dari sumber daya yang mampu memuaskan kebutuhan.  Pada dasarnya, manajemen melibatkan lima komponen, yaitu : Planning, organizing, staffing, leading, and controlling. Hasil dimaksudkan manajemen yang baik dicapai dengan mengkoordinasikan sumber daya organisasi dengan cara yang mencapai misi dan tujuan.  Menurut konsep , “Manajemen universal”. Manajemen bersifat universal dalam arti bahwa itu berlaku di mana saja apakah sosial, agama atau bisnis dan industri. Para pengikut konsep ini adalah Henry Fayol, Lawrence A. Appley, FW Taylor, Theo Haimann, dan lain-lain.
  • Menurut- I. Henry Fayol, “Manajemen adalah kegiatan universal yang sama berlaku di semua jenis organisasi baik sosial, agama atau bisnis dan industri”.
  • II. Megginson, “adalah Manajemen adalah sama, apakah itu di Lisbon, atau di London atau di Los Angeles.”
  • III. Theo Haimann, “prinsip-prinsip Manajemen bersifat universal itu dapat diterapkan untuk setiap jenis perusahaan, di mana upaya manusia dikoordinasikan.”
  • Contoh lainnya yang membuktikan “Management is Universal “, misalnya perusahaan Multi International seperti Prudential, Standard Chartered, Pizza Hut, Unilever, semua perusahan tersebut berusaha untuk menerapkan standard manajemen yang dapat dimengerti oleh orang Indonesia dan sesuai dengan budaya Indonesia, tetapi tetap berkaitan dan mencerminkan system manajemen yang ada di Negara asal mereka agar menciptakan pendekatan secara universal baik sosial, agama atau bisnis dan industri agar menjadi satu tujuan Perusahaan, ”Think Global do Local”.

 

 

3) A. Jelaskan karya-karya Frederick Winslow Taylor sehingga layak mendapatkan sebutan seperti itu (bapak manajemen ilmiah).

     Frederick Winslow Taylor (1856-1915) “Father of Modern Management”

Manajemen modern adalah kolaborasi orang dan mesin untuk menciptakan nilai. Pada hari-hari awal industrialisasi inovator mesin dan inovator organisasi dan manajemen yang insinyur. Insinyur, setelah semua, adalah orang-orang yang paling dekat dengan mesin, dan fakta ini menempatkan mereka pada interaksi pekerja dan mesin. Hal ini tentu membantu menjelaskan Frederick Taylor dan penemuannya dari ” The Principles of Scientific Management “ “.

 

Taylor mengembangkan teori manajemen dalam bukunya ”Shop Management” yang diterbitkan pada tahun 1903, sehingga bisa dibilang karya ilmiah pertama pada manajemen. Meskipun ada buku dan potongan diterbitkan pada apa yang bisa disebut “manajemen” ini adalah lebih dari sebuah “panduan untuk” atau publikasi perdagangan terhadap praktik terbaik. Shop Management” mendekati peran manajer sebagai peran umum dengan fungsi tertentu sehubungan dengan pekerjaan kolaboratif. Masalahnya, seperti Taylor melihatnya, adalah bahwa pekerja tidak efisien karena:

(1) Pekerja cenderung ransum beban kerja mereka atau bekerja kurang dari yang mereka bisa, karena bekerja lebih cepat dan lebih keras akan berarti bahwa akan ada pekerjaan kurang atau tidak dapat dilakukan di masa depan.

(2) Manajemen gagal untuk struktur kerja secara efektif dan untuk memberikan insentif yang tepat. Ini harus menunjukkan bahwa Taylor menulis sebelum pembentukan sebuah “upah minimum” (upah minimum menjadi hukum federal pada tahun 1938), sehingga gagasan dari apa yang “hari kerja yang adil untuk membayar hari yang adil” adalah sewenang-wenang. Sehari-rate atau per jam-tingkat adalah praktek umum pada pergantian abad. Taylor dilihat praktek-praktek upah sebagai penghargaan untuk kehadiran, bukan kinerja. Sementara yang lain praktek umum adalah “sepotong-tingkat” sistem yang dibayar pekerja atas dasar output, ini umumnya gagal karena standar yang ditetapkan buruk, pengusaha menurunkan suku bunga ketika para pekerja mendapatkan “terlalu banyak”, dan pekerja akan menyembunyikan kemampuan mereka yang sebenarnya untuk produksi untuk menjaga standar rendah.

 

Solusinya, Taylor, memaparkan dalam menemukan upah kerja yang sesuai standar dan pas dengan standar. Manajemen harus menetapkan target kerja spesifik, membayar pekerja untuk tugas dan tujuan bertemu, dan memberikan umpan balik secara teratur. Unsur-unsur utama dari teorinya adalah:

 

1. Manajemen adalah ilmu sejati. Solusi untuk masalah penentuan standar kerja yang adil dan praktek dapat ditemukan oleh eksperimen dan observasi. Dari ini, berikut, bahwa ada “satu cara yang benar” untuk pekerjaan yang harus dilakukan.

 

2. Pemilihan pekerja adalah ilmu. Taylor “kelas pekerja pertama” adalah seseorang yang cocok untuk pekerjaan itu. Itu peran manajemen untuk menentukan jenis pekerjaan yang seorang karyawan yang paling cocok, dan untuk mempekerjakan pekerja dan menetapkan sesuai.

 

3. Pekerja harus dikembangkan dan dilatih. Ini adalah tugas manajemen untuk tidak hanya merancang pekerjaan yang dapat dilakukan secara efisien, tetapi manajemen bertanggung jawab untuk melatih pekerja tentang bagaimana pekerjaan yang akan dilakukan dan untuk memperbarui praktek sebagai yang lebih baik dikembangkan. Ini standarisasi bagaimana pekerjaan dilakukan dengan cara yang terbaik.

 

4. Manajemen ilmiah merupakan kolaborasi pekerja dan manajer. Manajer tidak bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan, tetapi mereka bertanggung jawab untuk bagaimana pekerjaan dilakukan. Perencanaan, penjadwalan, metode, dan pelatihan merupakan fungsi dari manajer.

 

The “ilmiah” pendekatan terhadap pekerjaan yang dipimpin Taylor untuk menyelidiki pekerjaan melalui “alokasi tugas” yang berarti bahwa pekerjaan akan dipelajari oleh sub-membagi menjadi tugas diskrit, setiap elemen dari pekerjaan akan diselidiki untuk melihat efisiensi optimal dengan yang bisa dicapai. Unsur-unsur dari pekerjaan, yang dirancang dengan baik, kemudian, akan direkonstruksi sebagai pekerjaan yang efisien. Kritik dari pendekatan ini adalah bahwa hal itu menghilangkan kontribusi sendiri pekerja untuk desain kerja dan, dengan demikian, mengasingkan pekerja dari pekerjaan. Namun, apa yang Taylor lakukan adalah link kekayaan nasional dan keuntungan perusahaan kepada seberapa efektif pekerjaan dilakukan, dan ia mendefinisikan peran kerjasama antara pekerja dan manajemen dalam penciptaan kekayaan.

 

Sistem Taylor diadopsi secara luas di Amerika Serikat dan dunia sampai kematiannya pada tahun 1930 tenaga kerja sebagai terorganisir mendorong upah minimum berdasarkan gaji per jam, dibandingkan dengan pendapat Taylor bahwa gaji harus didasarkan pada kinerja. Dalam prakteknya “Taylorisme” terlalu sering diacuhkan dari sebuah kolaborasi antara buruh dan manajemen, dan, sering, adalah topeng untuk eksploitasi bisnis pekerja. Kontribusi abadi dan tidak perlu dipertanyakan dari Frederick Taylor adalah bahwa manajemen secara tegas ditetapkan sebagai sesuatu yang dilakukan oleh yang terlatih, profesional dan praktisi diangkat sebagai subyek yang sah ”legitimate scholarship”.

 

B. Apakah karya-karya Frederick W.Taylor itu sudah pasti bisa diterapkan di dalam praktik-praktik manejemen di Indonesia? Jelaskan

Berdasarkan analisa dari teori F.W. Taylor diatas jawabannya adalah iya akrena kondisi ekonomi amerika hampir sama dengan indonesia dimana sangat mengandalkan para buruh tingkat bawah, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa pendekatan dari pekerja level bawah ketingkat yang lebih atas. Titik beratnya ialah efisiensi dan produktivitas para pelaksananya yang terdapat di tingkat bawah, karena faktor-faktor dibawah ini :

1.  Tidak semua pekerja melakukan pekerjaannya sesuai dengan bakatnya, maka perlu diadakan pemilihan pekerja yang baik.

2.  Setiap pekerja harus melakukan pekerjaannya sesuai dengan kemampuannya, maka  perlu diadakan latihan daripada pekerja agar dapat diperbaiki metode pekerjaannya

3.Untuk menjaga  produktivitas kerja yang baik maka perlu diadakan pembagian waktu bekerja dan waktu beristirahat.

4.Produktivitas kerja akan terjamin, apabila diadakan sistem standar dari pada hasil kerja dan sistem insentif.

 

4)      Cari dua buah organisasi yang menerapkan organisasi pembelajaran, dan kemudian Saudara analisis. Sebutkan sumber yang Saudara peroleh agar dapat diakses untuk pembuktian.

Sebuah organisasi pembelajaran adalah istilah yang diberikan kepada sebuah perusahaan yang memfasilitasi pembelajaran anggotanya dan terus mentransformasikan dirinya [1] organisasi Belajar berkembang. Sebagai akibat dari tekanan yang dihadapi organisasi modern dan memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dalam lingkungan bisnis. [2 ] Sebuah organisasi pembelajaran memiliki lima fitur utama, berpikir sistem, penguasaan pribadi, model mental, visi bersama dan pembelajaran tim [3] konsep organisasi belajar diciptakan melalui pekerjaan dan penelitian dari Peter Senge dan rekan-rekannya (Senge, 1994), ini mendorong organisasi untuk beralih ke cara yang lebih saling berpikir. Organisasi harus menjadi lebih seperti masyarakat bahwa karyawan dapat merasakan komitmen untuk [4] Mereka akan bekerja lebih keras untuk organisasi mereka untuk berkomitmen.

http://en.wikipedia.org/wiki/Learning_organization

 

ada 3 gelombang mengenai pembelajaran (learning) adalah (1) organisasi dan perusahaan berkonsentrasi pada peningkatan proses kerja (improve work process), dalam fase ini, muncul konsep “kaizen”, TQM dan konsep-konsep lain yang berbasiskan pada mengatasi hambatan dan batasan. (2) fase kedua memfokuskan pada peningkatan mengenai cara bekerja (improve how to work), fase ini berkutat pada improvisasi cara berpikir dan pembelajaran mengenai masalah-masalah sistem yang dinamis, kompleks dan mengandung konflik. (3) konsep pembelajaran benar-benar tertanam dalam organisasi sebagai cara pandang dan berpikir para pimpinan dan pekerja.

http://robbynovricanus.wordpress.com/2008/08/08/learning-organization/

 

  • Dua buah organisasi yang menerapkan organisasi pembelajaran :

1.      Perusahaan Sony ( Learning Organization – Sony )

Hampir semua orang mengenal dan kemungkinan besar pernah menggunakan produk buatan Sony. Sebagai perusahaan elektronik, Sony dinilai berhasil menciptakan produk-produk yang laku di pasaran dan menjadi icon di dunia teknologi.

Budaya yang dimiliki perusahaan Sony seperti kedisiplinan, inovasi, keberanian mengambil resiko, kesederhanaan dan kebersamaan dapat diaplikasikan dengan baik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika seorang pendiri Sony berinteraksi langsung dengan cleaning service atau karyawan yang berada di level bawah. Budaya-budaya tersebut memungkinkan karyawan-karyawan Sony mengeluarkan potensi terbaik mereka untuk perusahaan. Sony juga sangat identik dengan inovasi. Produk-produknya sudah terkenal dengan kinerja dan desain yang prima. Meskipun Sony merupakan perusahaan global, namun Sony merupakan contoh perusahaan yang memiliki budaya lokal yang kuat dan positif.

Hal yang menyentuh lainnya dari budaya Sony: Sony meletakkan tujuan usahanya bukan hanya untuk mencetak laba semata. Yang paling utama bagi Sony adalah mengembangkan pertumbuhan jangka panjang dengan memberikan produk terbaik bagi konsumen, serta kesejahteraan bagi para karyawannya. Suatu budaya yang dianggap klasik, namun nyatanya hingga saat ini Sony mampu bertahan sebagai perusahaan yang disegani.

Sony sudah memenuhi karakteristik perusahaan yang menerapkan teori Learning Organization, diantaranya:

  1. Perputaran manajer secara periodik dimana setiap manajer yang dirotasi akan membawa pengalaman, perspektif dan kemampuannya yang telah dikembangkan di tempat/ bagian lain.
  2. Pelatihan yang berkesinambungan/terus menerus serta pengembangan diri karyawan
  3. Desentralisasi pengambilan keputusan yang memberikan ruang gerak pada mereka untuk melakukan eksperimen dengan cara-cara baru yang mereka rasa sesuai
  4. Mendorong banyak eksperimen untuk menciptakan produk-produk baru
  5. Toleransi tinggi terhadap kegagalan/kesalahan
  6. Keterbukaan terhadap ide dan keragaman

 

Banyak peneliti / analis mencatat bahwa pelatihan yang berkelanjutan dan pengembangan pada karyawan adalah pilar dari kunci kesuksesan perusahaan-perusahaan di Jepang dengan belajar teknologi baru untuk mengembangkan produk baru yang berkualitas, salah satunya adalah Sony.

http://pengman.constructive-learning.info/?p=169

2.      Toyota Motor Corporation’s (The Toyota Way)

The Toyota Way adalah seperangkat prinsip dan perilaku yang mendasari pendekatan manajerial Toyota Motor Corporation dan sistem produksi. Toyota pertama menyimpulkan filsafat, nilai-nilai dan cita-cita manufaktur pada tahun 2001, menyebutnya Ini terdiri dari prinsip-prinsip di dua bidang utama: perbaikan terus-menerus, dan menghormati orang “The Toyota Way 2001.”

Pada tahun 2004, Dr Jeffrey Liker, University of Michigan profesor teknik industri, diterbitkan “The Toyota Way.” Dalam bukunya panggilan Liker Toyota Way, “sebuah sistem yang dirancang untuk menyediakan alat bagi orang untuk terus meningkatkan pekerjaan mereka.” [4] Sistem ini dapat diringkas dalam 14 prinsip. [5]

Menurut Liker, 14 prinsip Toyota Way diatur dalam empat bagian: (1) filosofi jangka panjang, (2) proses yang benar akan menghasilkan hasil yang tepat, (3) menambah nilai organisasi dengan mengembangkan orang-orang Anda, dan (4) akar permasalahan terus memecahkan mendorong pembelajaran organisasi.

Sekarang bahwa Toyota memiliki operasi produksi di berbagai negara di seluruh dunia. Sebagai catatan Times New York Artikel, sedangkan budaya perusahaan mungkin telah mudah disebarluaskan dari mulut ke mulut ketika Toyota manufaktur hanya di Jepang, dengan produksi di seluruh dunia, banyak budaya yang berbeda harus diperhitungkan. Konsep-konsep seperti “kepemilikan bersama masalah,” atau “genchi genbutsu,” (pemecahan masalah pada sumber bukan dari belakang meja), dan “pikiran kaizen,” (rasa tak berujung krisis belakang drive konstan perusahaan untuk meningkatkan), mungkin asing bagi orang Amerika Utara dan orang-orang dari budaya lain. Peningkatan terbaru dalam penarikan kembali kendaraan mungkin karena, sebagian, untuk “kegagalan oleh Toyota untuk menyebarkan obsesi untuk pengerjaan di antara jajaran tumbuh dengan pekerja pabrik di luar negeri dan manajer.” Toyota berusaha untuk mengatasi kebutuhan ini dengan mendirikan lembaga pelatihan di Amerika Serikat dan di Thailand.

 

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Toyota_Way

 

 

Toyota Motor Corporation operates in the automotive industry worldwide. It engages in the design and manufacture.

Services
Business Activities
Toyota business activities are in various fields which include:
Automotive:
• Toyota
• Lexus
• Hino
• Daihatsu
• “Toyota Rent a Car” (Car rental and leasing)
• GAZOO.com U-car (search engine for used cars)
• T-UP 9network for sales of used cars)
• “Car Lots” (used car dealers)
Non Automotive
• Housing
• Financial Activities
• GAZOO
• Marine
• Biotechnology & Afforestation

Dari Keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa Toyota telah berkembang dengan prinsip mereka sendiri  untuk membimbing mereka.

http://www.oppapers.com/essays/Toyota-As-A-Learning-Organization/446031

Demikianlah penjelasan mengenai contoh perusahaan menerapkan organisasi pembelajaran.

Regards,

Chandra suhardiman

NIM : 1601285866